Jenazah Ade Irawan diiringi oleh keluarga dan kerabat yang mengantarkan ibunda mendiang Ria Irawan itu ke peristirahatan terakhirnya.
Pantauan Grid.ID, jenazah Ade Irawan tiba di area TPU Tanah Kusir pukul 10.15 WIB menggunakan mobil jenazah.
Proses pemakaman aktris bernama asli Arzia Dahar itu berlangsung dengan khidmat.
Meski begitu, rasa kesedihan tak bisa disembunyikan terlebih dari sang putri ketiga, aktris Dewi Irawan.
Raut wajah Dewi Irawan terlihat pucat dan lelah.
Pemain film 'Tabula Rasa' itu bahkan sempat terseok hampir terjatuh ketika berjalan menuju pusara kedua orang tuanya.
Hingga sang ibunda telah dikubur, tangis Dewi Irawan pun pecah saat mencium nisan Ade Irawan.
Ade Irawan dikebumikan satu liang lahad dengan sang suami, aktor dan sutradara Bambang Irawan, yang meninggal pada 8 Oktober 1979 silam.
Ade Irawan meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020) kemarin setelah menderita sakit komplikasi jantung.
Ade Irawan Wafat, Puisi untuk Ahok Kembali Viral: Merajut Maaf dan Kedamaian
Menjelang pemakaman aktris senior Ade Irawan di Kompleks Pemakaman Tanah Kusir Jakarta Sabtu 18 Januari 2020 siang ini, di media sosial kembali viral 'Puisi Untuk Ahok' karya mendiang Ade Irawan.
Puisi ini dibuat Ade Irawan saat heboh kasus penistaan agama karena kontroversi pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 30 September 2016 di Kepulauan Seribu.
Saat itu, Ahok berpidato di depan para nelayan dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Akibat pidato Ahok tersebut, mencuatlah kasus penistaan agama yang menjerat pria asal Bangka Belitung tersebut sehingga berujung vonis penjara 2 tahun.
Sebelum vonis dijatuhkan, pro kontra pun bermunculan terkait kasus tersebut.
Ada yang berdemo menentang Ahok dan menuntut dipenjarakan.
Aktris senior Ade Irawan meninggal dunia, Jumat 17 Januari 2020
Aktris senior Ade Irawan meninggal dunia, Jumat 17 Januari 2020 (Kolase TribunStyle.com/ @selebnet)
Sebagian arus lain membela Ahok, menganggap semerbak politisasi untuk menjegalnya dari kontestasi Pilkada Jakarta.
Masing-masing pihak punya kacamata dan alasan sendiri untuk mempertahankan argumentasinya, baik yang pro maupun kontra.
Nah, saat itu, aktris Ade Irawan berada pada pihak yang membela Ahok.
Almarhumah begitu sedih, ayahanda Nicholas Sean Purnama itu terganggu kinerjanya membenahi Jakarta oleh masalah tuduhan penistaan agama.
Mengekspresikan galaunya, ibunda aktris Ria Irawan itu membuat puisi.
'Puisi Untuk Ahok' demikian judulnya.
Meski judulnya menyebut nama Ahok, di dalam naskah puisinya tak satu kata pun memunculkan nama Ahok.
Kalimat-kalimatnya lebih banyak bernada keprihatinan.
Ia bertanya soal, siapa sebenarnya pemegang kunci masuk surga?
Puisi tersebut kini kembali jadi pusat perhatian di media sosial setelah kabar Ade Irawan meninggal dunia pada Jumat petang 17 Januari 2020.
Puisi tersebut viral, sebagai salah satu bentuk warisan karya Ade Irawan yang juga pernah memerankan istri Jenderal AH Nasution di film Pemberontakan G30 S/ PKI.
Berikut ini isi 'Puisi Untuk Ahok' karya Ade Irawan yang kembali viral
"Dia cuma laki-laki biasa, yang merambah semak liar dan sesekali menebas belantara kemunafikan dan keserakahan.
Kalau pun dia coba merajut maaf dan kedamaian, siapa yang mau peduli?
Karena langkahnya sudah dijegal jeruji kebencian.
Dan cakar mereka sudah tak sabar ingin mengoyak kejujurannya.
Kadang aku malu bersimpuh di sajadah, mencari jawabmu dalam tengadah.
Tuhan, siapa sesungguhnya pemegang kunci surga? Siapa
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Tangis Dewi Irawan Pecah Saat Cium Nisan Ibunda Ade Irawan, Sempat Terjatuh Saat Pemakaman, https://manado.tribunnews.com/2020/01/18/tangis-dewi-irawan-pecah-saat-cium-nisan-ibunda-ade-irawan-sempat-terjatuh-saat-pemakaman?page=all.
Editor: Rhendi Umar
Home » Unlabelled » Tangis Dewi Irawan Pecah Saat Cium Nisan Ibunda Ade Irawan, Sempat Terjatuh Saat Pemakaman
Sabtu, 18 Januari 2020
Tangis Dewi Irawan Pecah Saat Cium Nisan Ibunda Ade Irawan, Sempat Terjatuh Saat Pemakaman
Tags :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar